Cinta tak harus memiliki

Hufth…. akhirnya gw merasakan juga seperti apa rasanya memiliki seseorang yang sangat gw puja. Sampai-sampai jiwa dan raga ini gw pertaruhkan hanya untuk membuat dirinya bahagia. Meskipun sekarang gw harus merelakan dirinya pergi dan memilih yang lain, tapi gw merasa lega kok karena dia telah memutuskan untuk memilih meskipun bukan  gw.  Dan mungkin gw hanya bisa menawarkan diri hanya untuk menjadi seorang teman atau sahabat.

Dulu gw ga percaya dengan kata-kata

Cinta tak harus memiliki

Bagaimana kita bisa mencintai seseorang tanpa memilikinya ? lalu akan perasaan itu dapat utuh meskipun termakan oleh waktu? Bukankah cinta itu ada karena kebersamaan dan tumbuh seiring dengan berjalan waktu. Dan akhirnya gw mengerti rasa cinta itu memang tumbuh karena adanya kedekatan dan kebersamaan walaupun tidak saling memiliki. Mungkin rasa itu tumbuh karena saking dekatnya kita dengan seseorang yang dimulai dengan rasa sayang. Rasa dimana kita selalu ingin bersama, melindungi, mengerti satu sama lain hingga rasa itu berubah menjadi cinta. Teman gw pernah bertanya dari manakah datangnya cinta itu? lewat status di facebooknya,  dan sekilas gw comment di statusnya seperti ini “Rasa cinta itu bermula dari perkenalan lalu persahabatan dan timbulah rasa sayang yang mungkin ada karena kebersamaan,  seiring dengan berjalannya waktu dan bertambah besarnya rasa sayang itu yang di karenakan kebersamaan munculah rasa cinta” klo kesimpulannya rasa cinta ituh ada karena adanya rasa sayang dan kebersamaan. nah menurut kalian para bloger mania bener ga sih seperti ituhkah proses dari cinta itu ?.  karena mungkin itulah yang gw rasakan ketika gw dekat dengan dia, yah meskipun gw ga tau seperti apa itu cinta yang pasti saat itu gw ga pernah mau jauh sama dia, ga pernah bisa nolak permintaan dia, dan juga selalu mencoba untuk ada buat dia.

Lalu bagaimanakah nasib-nasib seseorang yang seperti ini, yang cintanya tidak dipilih atau bisa dibilang yang cintanya bertepuk sebelah tangan, atau ditinggal kekasihnya. Mereka bisa memilih untuk tetap mempertahankan cintanya atau membuka lembaran baru untuk hidupnya yang masih tersisa. Dengan sugesti,  mungkin orang itu bisa mempertahankan cinta yang ada pada dirinya dengan mengandalkan/berpegang teguh kata-kata ini “Cinta tak harus memiliki“, tapi apakah anda/dia/meraka/kita akan hanya menunggu, lalu sampai kapan? jika dia memang masih ada dan masih mungkin untuk kita miliki kenapa kita hanya diam dan menunggu ? lebih baik klo kita usaha dan terus berusaha lagi kan? atau lebih baik kita memilih untuk membuka lembaran baru.  Dan dengan sugesti, seseorang juga bisa membuka lembaran baru untuk mencari cinta sejatinya, dengan belajar dari pengalaman-pengalaman yang didapatnya dan menambahkan kekuatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s