Keheningan subuh

Adzan subuh sudah berkumandang, aku masih berkutik dengan komputer ini. Aku masih terus merancang dan membuat (ngoding) aplikasi management personalia dengan ambisi untuk memenangkan lomba. Fuih… aku berhenti sejenak sambil merenungkan, mungkin ini yang pertama kalinya aku dalam tahun ini mendengar adzan subuh. Terdengar sayup-sayup di antara keheningan dan seperti saling bersahutan begitulah terdengar adzan berkumandang di langit yang masih kelam, ayam pun belum menampakan jenggernya tapi adzan subuh sudah terdengar. Aku salut dengan muadzin subuh, dengan lantang ia menyerukan orang-orang untuk shalat walaupun aku yakin kantuk masih terasa.  Ku berhenti mengetik, ku langkahkan kaki dengan gontai ke arah kamar mandi untuk sekedar membasuh muka ku yang sudah lecek,  lalu mengambil air wudhu dan ingin rasanya aku melangkahkan kaki ku keluar rumah ke arah masjid, tapi ku urungkan niat ku. Di luar sana gelap dan sepi, belum lagi dinginnya angin malam yang berhembus. Ah.. aku ini terlalu banyak alasan, entah kenapa masih terasa berat untuk melangkahkan kaki ini ke masjid, mungkin aku masih harus menempa iman ku lagi agar kelak aku menjadi salah satu orang-orang yang Engkau ridhoi. Lalu aku niatkan untuk beribadah di rumah saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s