Latest Entries »

e-KTP, Kartu Identitas Pintar Indonesia

CHIP.co.id - Kartu identitas elektronik mulai diperkenalkan. Meski masih ada kendala dalam proses pembuatannya, pemerintah sudah mulai bersiap untuk mengembangkan generasi kedua. Lalu, teknologi apa yang sebenarnya digunakan?

KTP pintar

Pada dasarnya, teknologi yang digunakan pada e-KTP bukanlah inovasi baru. Industri perbankan dan telekomunikasi sudah memanfaatkan kartu yang dilengkapi chip sejak beberapa tahun lalu. Dalam chip tersebut tersimpan data-data pemilik kartu yang hanya bisa ditulis dan dibaca dengan menggunakan perangkat tertentu. Kemampuan chip untuk menyimpan data secara elektronik itulah yang membuatnya diberi nama smart card (kartu pintar).

Sebuah chip smart card terdiri atas dua bagian, yaitu memori dan komponen mikroprosesor. Memori yang tertanam dalam chip tersebut terbagi dalam tiga jenis, Random Access Memory (RAM) dengan kapasitas hingga 8 kilobyte dan Read-Only Memory (ROM) dengan kapasitas hingga 346 kilobyte serta programmable ROM berkapasitas 256 kilobyte. Sedangkan mikroprosesornya memiliki kemampuan untuk menangani instruksi sepanjang 16 bit.

Chip yang dibenamkan pada e-KTP adalah produksi Cina. Chip tersebut diimpor dalam bentuk modul seperti film negatif yang biasa digunakan pada kamera konvensional. Dalam satu baris modul terdapat tiga chip yang masing-masing sudah dilengkapi dengan RAM berkapasitas 4 kilobyte. Masing-masing chip berdimensi 1,5 x 1,5 cm tersebut nantinya dibenamkan pada kartu plastik polyvinyl chloride (PVC) berstandar ISO 7810 yang berdimensi 8,5 x 5,3 cm menggunakan mesin pick and placer.

Dilihat dari tipe koneksi chip de­ngan­ perangkat pembacanya, smart card terbagi menjadi dua jenis, yaitu kontak (contact) dan nirkontak (contactless). E-KTP yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah termasuk jenis contactless smart card. Ada beberapa faktor yang mendasari penggunaan smart card jenis ini. Daya tahan yang tinggi karena letak chip yang terlindung dari kontak langsung dengan udara, air, dan zat lainnya yang bisa menyebabkan timbulnya karat merupakan salah satu alasan utama. Terlebih lagi, Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dengan kelembaban udara dan air yang tinggi. Faktor lainnya adalah kepraktisan dalam hal pembacaan data. Data yang tersimpan dalam contactless smart card bisa dibaca oleh perangkat pembacanya dari jarak maksimal 10 cm dengan kecepatan transfer data mencapai 106-848 kbit/s tanpa harus memasukkannya ke dalam slot khusus.

Meski teknologi yang digunakan bukan barang baru, pemerintah mengklaim keamanan e-KTP bisa diandalkan karena memiliki kemampuan autentikasi dua arah, enkripsi, dan tanda tangan digital. Autentikasi dua arah merupakan proses identifikasi yang terjadi ketika kartu elektronik berkomunikasi dengan perangkat pembacanya. Pada saat proses pembacaan data, sistem enkripsi bekerja untuk melidungi data yang tersimpan di dalam chip kartu elektronik sehingga data tidak mudah dicuri atau digandakan. Tanda tangan digital menjadi benteng pertahanan terakhir yang berfungsi untuk menjaga integritas data. Jika ada peretas (hacker) yang bisa menembus sistem enkripsi yang ada dan bermaksud untuk mengubah data yang tersimpan dalam chip, pencocokan tanda ta-ngan merupakan cara ampuh untuk melakukan validasi secara manual kepemilikan kartu identitas.

Selain feature pengaman elektronik, e-KTP juga dilengkapi beberapa feature pengaman yang terdapat pada fisik kartu. Untuk menjamin keaslian e-KTP, digunakan relief text, microtext, filter image, invisible ink, dan warna yang berpendar ketika berada di bawah sinar ultra violet merupakan beberapa feature pelindung yang bisa dilihat dan dirasakan melalui sentuhan pada fisik kartu.

Kemampuan chip untuk menyimpan data secara elektronik merupakan alasan utama digunakannya teknologi ini untuk e-KTP. Pasalnya, pemerintah ingin membenahi administrasi kependudukan yang dilengkapi dengan ciri-ciri spesifik dan khas dari setiap orang sehingga dapat menekan jumlah kartu identitas ganda. Ciri-ciri spesifik tersebut (yang dikenal dengan nama biometrik) ada beberapa macam, namun yang digunakan sebagai data pada e-KTP hanya sidik jari dan retina mata karena proses perekaman sidik jari dan retina relatif mudah serta tidak memerlukan biaya besar.

====================================================================================

Pendapat :

Artikel ini masih terbilang cukup baik walaupun terkadang terdapat bahasa yang dicampur(indonesia-inggris). Seperti yang dapat dilihat pada alinea ke-7 kolom ke-2 yaitu feature yang seharusnya ditulis fitur. Dan didalam artikel ini masih ada beberapa istilah yang tidak memiliki pengertian atau definisi dari istilah tersebut sehingga dapat membingungkan para pembaca yang masih awam terhadap teknologi informasi.

Saran :

Sebaiknya penulis mencantumkan kamus data atau link yang dapat berguna untuk mengetahui arti dari istilah tersebut. Penulis juga harus memiliki konsistensi dalam memilih bahasa dan bahasa yang digunakan harus lugas dan jelas sehingga informasi yang disampaikan ke para pembaca akan dapat diterima dengan mudah.

Istilah :

  • Random Access Memory : sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori (dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Memori_Akses_Acak )
  • Read-Only Memory : salah satu memori yang ada dalam komputer yang bersifat permanent yang  artinya program / data yang disimpan di dalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan (dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/ROM)

KEKUATAN DAYA PIKIR

Steve Jobs sudah menginggalkan kita semua. Kepergiannya diiringi derasnya komentar, mulai dari Presiden Obama, bahkan para kopetitor, mengenai kehebatan cara berfikir serta kapasitas inovasinya. Tidak ada yang menyangkal bahwa Jobs adalah seorang jenius yang sulit tergantikan dan melegenda.

 

Berbagai bentuk kecanggihan teknologi computer dan gadget yang dulu sama sekali tidak pernah kita bayangkan, nyatanya bisa terwujud dan kita nikmati berkat kejeniusan dan ketajaman pemikirannya. Sedikit banyak, tentu kita berdecak kagum dan tergelitik oleh daya piker serta spirit inovasi yang ia tunjukan. Mampukah kita juga menghidupkan spirit inovasi yang ia tunjukan. Mampukah kita juga menghidupkan spirit inovasi pada diri kita, sehingga kita pun senantiasa bisa member nilai tambah pada tim kerja, lingkungan, dan bangsa kita?

 

Di beberapa perusahaan, seperti Apple, kreativitas membuat perusahaan menjadi superkaya karena nilai kreasinya. “ini 1996 Aplle was in debt of 650 milion usd, and now they have more cash than the US treasury of 76.4 billion usd”. Kita tentu bertanya-tanya, apakah Steve Jobs melakukan penciptaan ide secara “solo” alias sendirinya? Hal ini dijawab oleh seorang ahli manajemen, Scott Black. Ia berkomentar, “The key thing is, this guy is a genius not onlu at design, but also at tapping into an idea before anyone else.” Jadi, khambatan Steve Jobs adalah bagaimana ia memetik buah pemikiran orang lain, kemudian mengolah dan meramunya mejadi ide yang brilian. Ini tentu kabar baik untuk kita semua karena ternyata semua inovasi dan hasil pemikirannya yang hebat, berasal dari sekelompok orang di perusahaan. Donald Blohowik, penulis buku “How To Lead Your Staff To Think Like Einstein, Create Like da Vinci and Invent Like Edison”, mengingatkan kita bahwa asset perusahaan yang paling penting adalah otak atau pemikiran yang ada di kepala setiap individu. Namun, betapa sering kita tidak mempertanyakan apakah setiap otak di perusahaan itu sudah dioptimalkan?

 

Kita pasti menyadari bahwa usaha untuk menumbuhkan kreativitas di perusahaan memang bukan tanpa hambatan. Ketika ada usulan menggantikan praktik lama ke cara baru, pernahkah kita mengatakan, “kita tidak pernah melakukan cara seperti itu sebelumnya…”. Donald Blohowiak menggambarkan keadaan itu sebagai fenomena “idea Inertia”, yang memikirkan dalam kondisi mati suri di perusahaan. Pernahkan kita merasa seolah tidak bisa melihat jalan keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi? Bila ini terjadi kita juga perlu mengevaluasi apakah birokrasi dan sistem di perusahaan menghambat tumbuhnya kreativitas. Bila kita setuju bahwa kreativitas merupakan jawaban “adding value” bagi perusahaan, berbagai hambatan berfikir bebas itu perlu kita benahi.

 

Berfikir Mendalam

 

Beberapa waktu lalu, banyak perusahaan mematikan jaringan internet atau menghalangi  karyawan untuk browsing. Akses internet dikhawatirkan akan membuat karyawan sibuk dengan kegiatan yang tidak terkait dengan pekerjaan dan kehilangan focus dalam bekerja. Namun, kecanggihan teknologi memang tidak bisa dihalangi. Melalui gadget-nya, kini individu sudah terbiasa mencari informasi lewat Google, belanja online atau memesan tiket murah lewat internet. Menyadari bahwa internet juga merupakan gudang ilmu dan sekaligus sumber untuk menemukan berbagai solusi, banyak perusahaan sekarang berbalik mendorong karyawan memanfaatkan internet untuk berbagai kebutuhan kerja. Perusahaan sendiri pun kini terus mencari cara untuk mengoptimalkan dan mengefisienkan proses kerja secara online, baik pencatatan progress kerja, penerimaan order, penerimaan surat lamaran, psikotes, maupun penilaian karyawan. Jika derasnya informasi dan kecanggihan sistem  internet ini tidak bisa kita bending, kita tentu berstrategi dan menyiasati untuk mengoptimalkan keuntungan dari informasi tersebut, memaksimalkan dampak positif yang dapat kita dapatkan.

Kita tahu beberapa perusahaan sudah tidak menggalakan perpustakaanya lagi, mengigat informasi yang lebih terkini mengenai segala macam pengetahuan yang dibutuhkan ada di internet. Tidak sedikit perusahaan yang mengelola “knowledge management”  untuk mengambil manfaat dari informasi dan ilmu yang ada. Kita tak bisa menutup mata bahwa banyaknya infomasi yang tersedia dari internet malah terkadang dalam. Sering kali informasi yang diunduh masih mnetah dan sebatas apa yang diperluakan saja. JIka ingin mendapat manfaat dari internet, kita perlu memikirkan juga seberapa seriuskah kita memfasilitasi dan mendorong individu “insight”,  pemahaman, focus, dan penilaian yang lebih dalam?

 

AJAK INDIVIDU BERFIKIR

Semua orang tahu bahwa “thinking is the core of most professional work”. Namun, berapa sering kita mengalami kegiatan brainstorming  direspons oleh anggota tim secara sopan, tetapi tidak melahirkan terobosan yang berdampak.kita tahu bahwa setiap individu, selain memiliki pemikiran juga pasti menganut nilai dan keyakinan tertentu. Kebutuhan individu pun berbeda, sehingga pikiran setiap individu berbeda. Bila ingin memahami individu, kita juga perlu mendalami persepsi dan cara berpikir setiap orang.  Kepandaian Steve Jobs justru pada menemukan esensi dari bagaimana para anggota timnya “melihat” suatu gejala. Justru dari keberbedaan persepsi inilah kita bisa mengintegrasikan beberapa pemikiran baru ke dalam solusi dan terobosan berpikir.

Bila para profesional tidak “ditagih” pemikirannya dan tidak diminta untuk mengendapkan semua pengetahuannya, berpikir, menganalisis, dan mengelurakan beberapa ide, sering kali daya pikira yang ada tidak membuahkan hasil apa pun. Betaparuginya bila pengetahuan dan informasi yang ditemukan agar menjadi informasi yang relevan buat perusahaan dan bila digunakan serta diimplementasikan. Tantangan kita adalah membangun kebiasaan yang membawa tim ke dalam rasa ingin tahu terus – menerus dan menjadikan kegiatan berpikir sebagai gaya hidup. Saat ini terjadi seolah akan tercipta doronga untuk menantang status quo dan mendobrak batasan batasan lama yangsudah basi.

Tentukan diksi (pilihan kata) dan analisis diksi tersebut

KOMPAS KALSIKA (Sabtu, 8 Oktober 2011)

Artikel “KEKUATAN DAYA PIKIR”

 

Istilah  :

Gadget                                                = Perangkat kecil berteknologi canggih

Kompetitor                                        = Saingan

Apple                                                   = Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang IT

Browsing                                            = Mencari informas di internet

Online                                                  = Berjelajah di internet

Brain Storming                                 = team pemecah masalah

Google                                                = Mesin Pencari

Status Quo                                         = Keaadaan yang statis

 

Menurut kami terdapat beberapa pilihan kata yang kurang cocok digunakan dalam artikel ini

 

 

  1. , Nyatanya                                                   yang seharusnya tanpa koma menjadi “Nyatanya”
  2. Sedikit banyak,                                          yang seharusnya “Kurang lebih”
  3. Kita pun                                                        yang seharusnya Kita juga
  4. Kreasinya.                                                    yang seharusnya tanpa tanda baca titik
  5. Jadi,                                                                yang seharusnya tanpa tanda baca koma
  6. Adalah pada bagaimana                         yang seharusnya tanpa kata “pada”
  7. Orang lain, kemudian                              yang seharusnya “orang lain kemudian
  8. Hebat,                                                           yang seharusnya tanpa tanda baca koma
  9. Namun,                                                        yang seharusnya tanpa tanda baca koma
  10. Yang pemikiran dalam kondisi             yang seharusnya “Yang pemikirannya dalam kondisi”
  11. Menggalakkan                                           yang seharusnya “mengharuskan”
  12. Lebih terkini                                                yang seharusnya “sekarang”
  13. Yang lebih dalam ?                                   yang seharusnya tanpa tanda Tanya (bukan pertanyaan)
  14. Secara spontan, tapi                                yang seharusnya Tanpa tanda koma
  15. Berbeda, sehingga                                   yang seharusnya tanpa tanda koma
  16. “Melihat”                                                     yang seharusnya tidak perlu menggunakan kutip dua
  17. Keberbedaan                                             yang seharusnya “Perbedaan”
  18. Buat                                                               yang seharusnya “untuk”
  19. Dan bisa                                                        yang seharusnya “dan dapat“
  20. Ingin tahu terus – menerus                  yang seharusnya “Ingin tahu yang besar”
  21. .Saat ini terjadi                                           yang seharusnya menggunakan tanda koma
  22. Sudah basi                                                   yang seharusnya sudah tidak terpakai

 

Kelebihan dan Kekurangan artikel ini:

Artikel ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dalam lingkup dunia komputer

Waktu Adalah Emas

Waktu adalah Emas begitu yang sering kita dengar, bukan karena dia dapat dibeli ataupun dijual tapi karena dia sangatlah berharga dalam kehidupan ini. Dia memiliki nilai yang sangat tinggi dalam kehidupan ini bahkan tidak ada seorangpun yang mampu membeli waktu. Terkadang kita sering sekali terlupa oleh waktu padahal waktu adalah emas tapi anehnya ketika kita memiliki uang seratus ribu kita tidak akan melupakan mau diapakan uang itu, dan langsung dibuat rencana anggaran pengeluaran harian (#Pengalaman pribadi). Mungkin terkadang orang merasa memiliki banyak waktu sehingga sering membuang buang waktu dan melupakannya. Tapi tebak apakah benar kita itu memiliki waktu? jawabannya tidak kita hanya diberikan kesempatan menggunakan waktu bukan memilikinya karena waktu akan terus berjalan dan kesempatan kita di dunia ini hanyalah sementara. Jika kita mengerti dan paham betul bahwa kesempatan kita menggunakan waktu hanya sekali seumur hidup dan tidak akan terulang lagi maka kita harus menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Terkadang dapat kita temui di sejumlah artikel yang memuat mengenai kiat-kiat sukses, disana dapat kita jumpai beberapa point dan yang salah satunya adalah manajemen waktu atau disiplin waktu. Dengan disiplin waktu kita dapat menggunakan kesempatan kesempatan yang ada dengan maksimal dan optimal sehingga kemungkinan mendatangkan sukses sangatlah besar. Mari kawan kawan mahasiswa, kita telah beranjak dewasa sudah waktunya kita memperhatikan waktu yang tersisa. Saatnya untuk mempergunakan waktu dengan sebaik baiknya dan memanfaatkannya untuk masa depan kita. Lalu darimanakah kita akan memulai ? yaitu cobalah untuk merancang masa depan dengan nyata walaupun hasilnya nanti akan meleset atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contoh Rancangan Masa Depan : saya harus lulus S1 saat umur saya 22, saya kerja 4 tahun dan menabung untuk membeli rumah, saya nikah di umur 26, di umur 30 saya harus sudah memiliki usaha, dst. Ini dibuat agar kita memiliki tujuan dan bayangan untuk masa depan kita dan menjadikan dorongan untuk mendisiplinkan diri terhadap waktu. Dan bagaimana tips dan trik kita dalam mengatur waktu, dapat anda lihat di blog saya ini http://riend88.wordpress.com/2009/12/14/hargailah-waktu-yang-telah-kita-miliki/ Semoga sukses kawan kawan…..

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

  • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara

  • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
  • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
  • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh daripersonal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

  • Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industriagrarisekstraktifjasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
  • Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :

g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%

g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin

Contoh soal :

PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

jawab :

g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%

Manfaatnya adalah Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya.

Faktor yang mempengaruhi :

  • Permintaan dan penawaran agregat
  • Konsumsi dan tabungan
  • Investasi

Produsen dan Fungsi Produksi

Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.Produksi jangka pendek,yaitu bila sebagian faktorSeorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan:
1. berapa output yang harus diproduksikan
2. berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan.

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:
1. bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum
2. bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga- harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)

dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a. Y = a + bX ( fungsi linier)
b. Y = a + bX– cX2 ( fungsi kuadratis)
c. Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.

Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut :
The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang).

Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan. Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah produk marginal.
2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C’
4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.
5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif. Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
a. Produksi total dengan increasing returns,
b. Produksi total dengan decreasing returns, dan
c. Produksi total yang semakin menurun.

Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :
Y = 12X2– 0,2 X3, dimana : Y = produk X = faktor produksi.

Produksi Optimal (Economic Production Quantity)

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
1.Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

Penentuan Volume Produksi yang Optimal dengan Metode Economic Production Quantity (EPQ)

Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan disesuaikan besarnya permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Menurut Yamit (2002), permasalahan itu dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ). Metode EPQ dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut:
a.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
b.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Menurut Handoko (2002), biaya persiapan produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum produksi berlangsung. Biaya ini timbul karena perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang akan digunakan. Biaya ini terdiri dari : (1) biaya mesin-mesin menganggur, (2) biaya persiapan tenaga kerja langsung, (3) biaya scheduling, (4) biaya ekspedisi dan sebagainya.
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
a.Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
b.Biaya modal (opportunity cost of capital)
c.Biaya keusangan
d.Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
e.Biaya asuransi persediaan
f.Biaya pajak persediaan
g.Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
h.Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Kedua jenis biaya tersebut mempunyai hubungan dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat persediaan (Siagian, 1997). Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi, tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.